NALAR KOPEN

Blog ini berisi tentang narasi nilai,moral,etika yang mengulas secara lengkap dan mudah dimengerti


Jumat, 26 Juni 2020

Pengertian Pembelajaran

Pengertian Pembelajaran


Pengertian Pembelajaran Menurut Para Ahli dan Secara Umum [Lengkap]




Pengertian pembelajaran – Apa itu pembelajaran? Pembelajaran memiliki makna yang berbeda dengan belajar. Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkontruksikan pengetahuan baru.
Pembelajaran juga menjadi sebuah upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran. Hal ini tentu berbeda dengan pengertian belajar, yang dapat diartikan sebagai sebuah upaya untuk memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.
Bisa disimpulkan bahwa definisi pembelajaran adalah sebuah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Sedangkan definisi lain menyatakan bahwa pembelajaran merupakan sebuah bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik.
Pengertian Pembelajaran
Di bawah ini akan dibahas mengenai definisi dan pengertian pembelajaran secara umum dan menurut para ahli.
Definisi Pembelajaran Secara Umum
Pengertian pembelajaran secara umum adalah proses interaksi antara peserta didik atau siswa dengan pendidik atau guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang saling bertukar informasi.
Definisi pembelajaran juga bisa diartikan sebagai suatu proses oleh guru atau tenaga didik untuk membantu murid atau peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Arti pembelajaran yang lain adalah usaha sadar dari guru untuk membuat siswa belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar, dimana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu tertentu dan karena adanya usaha.
Pengertian Pembelajaran Menurut Para Ahli
Berikut akan dibahas apa saja pengertian pembelajaran menurut pendapat para ahli selengkapnya.
Menurut Gagne (1977)
Pengertian pembelajaran menurut Gagne adalah seperangkat peristiwa-peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung beberapa proses belajar yang bersifat internal.
Menurut Munif Chatib
Pembelajaran merupakan proses tranfer ilmu dua arah, antara guru sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi.
Menurut Warsita
Arti pembelajaran menurut Warsita merupakan suatau usaha untuk membuat peserta didik belajar atau suatu kegiatan untuk membelajarkan peserta didik.
Menurut Gagne dan Briggs (1979)
Pengertian pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.
Menurut Sugandi, dkk (2004)
Pembelajaran merupakan terjemahan dari kata instruction yang berarti self instruction (dari internal) dan external instructions (dari eksternal). Pembelajaran yang bersifat eksternal antara lain datang dari guru yang disebut pengajaran. Dalam pembelajaran yang bersifat eksternal, prinsip-prinsip belajar dengan sendirinya akan menjadi prinsip-prinsip pembelajaran.
Menurut Achjar Chalil
Menurut Chalil, pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Menurut UU No. 20 Tahun 2003
Pengertian pembelajaran menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. 
Menurut David Ausubel
Teori belajar yaitu teori belajar bermakna, belajar dapat diklasifikasikan dalam dua dimensi yaitu:
  • Dimensi yang berhubungan dengan cara informasi atau materi pelajaran disajikan kepada siswa melalui penerimaan atau penemuan.
  • Dimensi yang menyangkut cara bagaimana siswa dapat mengabaikan informasi pada struktur kognitif yang ada. Struktur kognitif adalah fakta, konsep, dan generalisasinya yang telah dipelajari dan diingat siswa.
Menurut G.A Kimbleg
Pengertian pembelajaran menurut Kimbleg adalah sebuah perubahan kekal secara relatif dalam keupayaan kelakukan akibat latihan yang diperkukuh.
Menurut Syaiful Sagala (2009)
Pengertian pembelajaran adalah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar oleh peserta didik.
Menurut Corey
Pengertian pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seeorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku dalam kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu.
Menurut Sudjana
Definisi pembelajaran menurut Sudjana dapat diartikan sebagai setiap upaya yang sistematik dan sengaja untuk menciptakan agar terjadi kegiatan interaksi edukatif antara dua pihak yaitu antara peserta didik sebagai warga belajar dan pendidik sebagai sumber belajar yang melakukan kegiatan membelajarkan.
Menurut Rahil Mahyuddin
Pengertian pembelajaran adalah perubahan tingkah laku yang melibatkan ketrampilan kognitif yaitu penguasaan ilmu dan perkembangan kemahiran intelek.
Menurut Briggs
Arti pembelajaran merupakan seperangkat peristiwa yang mempengaruhi belajar sedemikian rupa sehingga si belajar itu memperoleh kemudahan dalam berinteraksi berikutnya dengan lingkungan.
Menurut Oemar Hamalik
Pembelajaran merupakan kombinasi yang tertata meliputi segala unsur manusiawi, perlengkapan, fasilitas, prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan dari pembelajaran.
Terdapat tiga rumusan yang dianggap penting tentang pembelajaran yaitu:
  • Pembelajaran merupakan upaya dalam mengorganisasikan lingkungan pendidikan untuk menciptakan situasi dan kondisi belajar bagi siswa.
  • Pembelajaran merupakan upaya penting dalam mempersiapkan siswa untuk menjadi warga masyarakat yang baik dan diharapkan.
  • Pembelajaran merupakan proses dalam membantu siswa untuk menghadapi kehidupan atau terjun di lingkungan masyarakat.
Menurut Dimyati dan Mudjiono
Pembelajaran merupakan kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.
Menurut Trianto
Definisi pembelajaran merupakan aspek kegiatan manusia yang kompleks yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan. Pembelajaran secara simpel dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup.
Sedangkan pembelajaran dalam makna kompleks adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya “mengarahkan interaksi siswa dengan sumber lainnya” dalam rangkan mencapai tujuan yang diharapkan.
Menurut Knowles
Pengertian pembelajaran menurut Knowles adalah suatu cara pengorganisasian peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.
Menurut Arifin (2010)
Pembelajaran merupakan suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan sistemik yang bersifat interaktif dan komunikatif antara pendidik (guru) dengan siswa, sumber belajar, dan lingkungan untuk menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan terjadinya tindakan belajar siswa.
Menurut Sanjaya (2011)
Definisi pembelajaran menurut Sanjaya merupakan suatu sistem yang kompleks yang keberhasilannya dapat dilihat dari dua aspek yaitu aspek produk dan aspek proses. Keberhasilan pembelajaran dilihat dari sisi produk adalah keberhasilan siswa mengenai hasil yang diperoleh dengan mengabaikan proses pembelajaran.
Menurut Slavin
Pembelajaran didefinisikan oleh Slavin sebagai sebuah perubahan tingkah laku individu yang disebabkan oleh pengalaman.
Menurut Woolfolk
Menurut Woolfolk, pembelajaran berlaku apabila sesuatu pengalaman secara relatifnya menghasilkan perubahan kekal dalam pengetahuan dan tingkah laku.
Menurut Crow & Crow
Pengertian pembelajaran didefinisikan sebagai suatu proses pemerolehan tabiat, pengetahuan dan sikap.
Menurut Komalasari (2013)
Pembelajaran merupakan suatu sistem atau proses membelajarkan pembelajar yang direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara sistematis agar pembelajar dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efesien.
Menurut Syah (2010)
Pembelajaran dapat diartikan sebagai sebuah upaya yang dilakukan seseorang agar orang lain belajar.
Menurut Wikipedia
Pengertian pembelajaran menurut situs Wikipedia adalah sebuah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.
Ciri–Ciri Pembelajaran
Terdapat beberapa ciri-ciri dan karakteristik menurut Sugandi, dkk (2000) di antaranya adalah sebagai berikut.
  • Pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncanakan secara sistematis.
  • Pembelajaran dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi siswa dalam belajar.
  • Pembelajaran dapat menyediakan bahan belajar yang menarik dan menantang bagi siswa.
  • Pembelajaran dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan menarik.
  • Pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswa.
  • Pembelajaran dapat membuat siswa siap menerima pelajaran baik secara fisik maupun psikologis.
Demikianlah penjelasan mengenai pengertian pembelajaran menurut para ahli pendidikan dan secara umum lengkap. Dijelaskan juga fungsi dan ciri-ciri pembelajaran secara umum. Semoga bisa menjadi referensi dan menambah wawasan pengetahuan.
Kesimpulan
Pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.[1] Definisi sebelumnya menyatakan bahwa seorang manusia dapat melihat dalam perubahan yang terjadi, tetapi tidak pembelajaran itu sendiri.[2] Konsep tersebut adalah teoretis, dan dengan demikian tidak secara langsung dapat diamati:

Sistem Pembelajaran Daring

Sistem Pembelajaran Daring

Sistem Pembelajaran Daring, Efektif atau Nggak ya?(SPADA) Indonesia

Sebagai upaya untuk mencegah wabah Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah meminta siswanya untuk belajar di rumah. Mulai 16 Maret 2020 sekolah menerapkan metode pembelajaran siswa secara daring. Lalu, efektifkah pembelajaran jarak jauh ini?
Pembelajaran secara daring dianggap menjadi solusi kegiatan belajar mengajar tetap jalan di tengah pandemi corona. Meski telah disepakati, cara ini menuai kontroversi. Bagi tenaga pengajar, sistem pembelajaran daring hanya efektif untuk penugasan. Mereka menganggap untuk membuat siswa memahami materi, cara daring dinilai sulit.
Selain itu, kemampuan teknologi dan ekonomi setiap siswa berbeda-beda. Nggak semua siswa memiliki fasilitas yang menunjang kegiatan belajar jarak jauh ini. Koneksi lemot, gawai yang nggak mumpuni, dan kuota internet yang mahal menjadi hambatan nyata.
Meskipun begitu, pembelajaran harus terus berlanjut. Setiap sekolah memiliki kebijakan masing-masing dalam menyikapi aturan ini. Beberapa sekolah merombak jadwal mata pelajaran yang akan diberikan kepada siswa setiap harinya. Mata pelajaran yang diberikan dalam satu hari hanya tiga jenis, ditambah dengan lembar kegiatan yang harus diselesaikan siswa setiap hari. 
Beberapa sekolah memberikan kebijakan agar siswa nggak hanya belajar materi pelajaran. Tetapi juga mengasah life skill dengan membantu kegiatan di rumah. 
Rosyida Qonita salah seorang guru di sekolah swasta MTs mengaku jika kegiatan pembelajaran daring ini nggak seefektif kegiatan belajar mengajar konvensional. Menurutnya, beberapa materi harus dijelaskan secara langsung.
“Kalau efektivitas, beda jauh dengan KBM secara langsung, karena materi yang disampaikan belum tentu bisa dipahami semua siswa," kata Qanita, "Ada keterbatasan untuk tanya jawab." Qanita juga membeberkan kalau nggak semua siswa punya handphone sehingga mereka nggak tahu cara mengerjakan tugas.
Berdasarkan pengalamannya mengajar secara daring, sistem ini hanya efektif untuk memberi penugasan. Hanya, karena tugas ini diberikan ketika siswa akan masuk, ada kemungkinan akan menumpuk.

Hasil cuplikan layar kegiatan belajar mengajar daring menggunakan aplikasi zoom dilakukan oleh Rafika bersama siswa SD Global Inbyra School. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)
Berbeda dengan Geby pengajar di SD Islam Anajah yang sudah menggunakan aplikasi zoom untuk mengajar. Interaksi dalam pembelajaran tetap terjadi seperti biasanya. Meskipun terbatas dengan waktu. Dia mengajar mulai pukul 07.30 sampai 10.00 WIB.
Sekolah tempat dia mengajar mewajibkan adanya interaksi aktif dalam pembelajaran. Setiap hari, dia dan pengajar lain diwajibkan melaporkan hasil pembelajaran beserta buktinya, yang berisi progress serta kendalanya. Akan tetapi, dia pesimistis target kurikulum pembelajaran bisa tercapai karena terbatasnya waktu.
“Target kurikulum nggak bisa tercapai dengan baik, mungkin nanti solusinya, ujian ditunda sampai corona hilang. Karena menurut saya nggak efektif banget kalau maksain ujian kenaikan kelas secara online,” kata Geby.
Keraguan ini juga dirasakan Rafika Nurlisma. Meski begitu, dia akan tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik. Apalagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah memudahkan sistem pembelajaran dan penilaian. Saat ini guru dapat menilai siswa menggunakan riwayat nilai siswa selama lima semester ke belakang. 
Hanya, pengajar di SD Global Inbyra School Tegal ini mengaku jika terkadang mengalami kendala dengan koneksi internet saat mengajar. 
“Selama ini saya ngajar lewat zoom. Saya tanya ke anak-anak, mereka sebenernya paham nggak? Katanya nggak begitu, karena nggak tatap muka secara langsung," tutur Rafika via Whatsapp Rabu (1/4). Durasi mengajar yang pendek juga dirasa kurang. "Ya mereka jadi nangkep materi seadanya, sisanya mereka diberikan latihan soal lewat Google Classroom,” pungkasnya.
Sepertinya apa yang dirasakan para guru di atas juga dirasakan siswa. Fatiya kelas XI MA Ma'ahid Kudus mengaku nggak paham dengan model pembelajaran ini.
"Kan harusnya di kasih materi atau belajar online sedangkan cuma ngasih tugas tugas tugas," kata Fatiya via whatsapp, Selasa (31/3).
Selain itu, dia menyayangkan banyak siswa yang mengerjakan sendiri tugas-tugasnya.
Dia berpendapat sistem ini membuat para siswa tambah nggak paham pada pelajaran. "Mumet," tandasnya.
Senada dengan Fatiya, Maulana Lutvian, siswa kelas XI SMK Wisudha Karya Kudus.
Dia mengaku kurang paham dengan materi pembelajaran karena hanya disampaikan melalui video tanpa ada proses tanya jawab.
Proses belajar mengajar di sekolahnya terbilang ringkas. 
"Kalau penjelasan materinya nanti di kasih video, dikirim lewat aplikasi Google Classroom," ungkapnya, Minggu (5/4).
Dibanding sistem daring, Vian lebih menyukai belajar secara konvensional. "Kalau di sekolahan lebih jelas kalau dikasih penjelasan, kalau di rumah masih agak bingung," katanya.
Hm, serba sulit ya, Millens. Tapi semoga mereka tetap semangat ya. (Rafida Azzundhani/E05)



Macam Macam Model Pembelajaran

Macam Macam Model Pembelajaran

                                   MODEL PEMBELAJARAN


 i  I. PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN

Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran. Model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada strategi, metode atau prosedur pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai 4 ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode pembelajaran :

1.      Rasional teoritis yang logis yang disusun oleh pendidik.
2.      Tujuan pembelajaran yang akan dicapai
3.      Langkah-langkah  mengajar yang duperlukan agar model pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal.
4.      Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai.
jika digambarkan dalam diagram venn.

II. Macam Model Pembelajaran

Berdasarkan Joyce dan Weil (1986:14-15) Model pembelajaran merupakan sebuah strategi dan metode pada aktivitas pembelajaran yang didalamnya terdapat empat komponen, yakni:
Syntax (Sintaks)
Sintak adalah langkah, fase atau phasing dalam model pembelajaran yang mana didalamnya menerangkan tentang tata cara penerapan yang dapat digambarkan secara konkret.
The social system (Sistem sosial)
Model pembelajaran dituntut untuk bisa mengungkapkan fakta akurat tentang pengaruhnya kepada pendidik dan peserta didik saat aktivitas pembelajaran. Pada sistem sosial ini pendidik bertugas sebagai pembimbing, penyedia, sumber pertanyaan dan pengetahuan.
Principle of reaction (Prinsip Reaksi)
Ini adalah suatu komponen yang mana bagaimana cara pendidik dalam memperlakukan peserta didiknya. Ada pula hal lain yang perlu dilakukan adalah bagaimana seorang pendidik harus dapat merespon tentang apa yang peserta didik lakukan.
Support System (Sistem Pendukung)
Terdapat tiga komponen yang perlu diperhatikan dalam sistem pendukung, yakni:
·          
    • Bahan
    • Fasilitas/Sarana
    • Instrumen yang bisa dipakai untuk mendukung model pembelajaran.
III. Fungsi Model Pembelajaran

Fungsi dari model pembelajaran sendiri adalah sebagai panduan bagi pendidik saat melakukan aktivitas pembelajaran.
Ini berarti ketika model pembelajaran diterapkan maka model pembelajaran akan menjadi instrumen bagi para pendidik untuk menggerakan aktivitas pembelajaran. Adapun fungsi lain dari model pembelajaran adalah untuk panduan bagi pencipta desain pembelajaran dan pendidik untuk menentukan strategi dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran agar tujuan pembelajaran bisa diraih dengan sukses.

IV. Ciri-ciri Model Pembelajaran

Terminologi model pembelajaran memiliki beberapa ciri khusus yang membedakan antara metode dan strategi pembelajaran dalam pendidikan, diantaranya adalah:
1.     Landasan teori rasional dan matang yang dirancang oleh para ahli
2.     Mempunyai visi dan misi pembelajaran yang jelas
3.     Memiliki rancangan pembelajaran yang matang, ini bertujuan agar proses belajar dapat dilakukan dengan powerful.
4.     Membuat lingkungan belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, sehingga proses belajar bisa dilaksanakan dengan optimal.

V. Macam-Macam dan Contoh Model Pembelajaran
Berikut merupakan rangkaian daftar macam macam model pembelajaran yang telah disusun, terdapat tautan yang mencakup penjelasan, pengertian beserta sintaks atau langkah-langkahnya:
1.     Model Pembelajaran Kooperatif
9.     Teaching Factory
10.                        Examples Non Examples
11.                        Model Pembelajaran Langsung
12.                        Model Pembelajaran Kontekstual CTL (Contextual Teaching and Learning)
13.                        Model Pembelajaran Inquiry
14.                        Model Pembelajaran NHT
15.                        Model Pembelajaran STAD
16.                        Model Pembelajaran Jigsaw
17.                        Model Pembelajaran Make A Match
18.                        Model Pembelajaran Mind Mapping
19.                        Model Pembelajaran Picture And Picture
20.                        Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)
21.                        Model Pembelajaran Problem Based Learning
22.                        Pembelajaran Abad 21

VI. Kesimpulan
Demikian merupakan adalah penjelasan singkat mengenai model pembelajaran beserta macamnya. Berdasarkan apa yang telah diutarakan di atas maka kami akan memperbaharui setiap ada postingan baru perihal model pembelajaran.
Karena seperti yang diungkapkan menteri pendidikan Nadiem Makarim, bahwasanya setiap apa yang berhubungan untuk mengembangkan manusia harus bersifat dinamis, karena sifat manusia itu sendiri adalah dinamis.